Peraturan Lari Jarak Jauh

Berlari adalah olahraga dasar yang hampir digunakan di setiap olahraga. Berlari juga masuk ke dalam satu cabang kompetisi atletik. Di mana, berlari dibagi menjadi beberapa angka, berdasarkan jarak yang ditempuh, termasuk lari jarak pendek, lari jarak menengah dan lari jarak jauh atau lari maraton. Lomba lari sudah ada sejak Olimpiade kuno di Yunani kuno, sampai sekarang balap lari masih populer untuk bersaing.

Dalam diskusi ini, kita akan mengulas aturan lari jarak menengah, di mana lari jarak menengah dibagi menjadi 2 angka, yaitu berlari dengan jarak 800 meter, dan jarak 1500 meter. Berbeda dengan teknik lari jarak pendek yang mengandalkan kecepatan, untuk melakukan lari jarak menengah juga membutuhkan pernapasan, dan juga stamina. Selain itu, Anda juga harus mematuhi aturan dalam setiap balapan yang telah ditentukan oleh IAAF, induk dari olahraga atletik dunia dan juga PASI, induk dari atletik di Indonesia. Dan di sini kita meninjau aturan untuk lari jarak menengah.

Aturan Teknik Mulai, Di setiap perlombaan berlari di semua jenis nomor lari ada nama yang disebut teknik start, di mana untuk start yang digunakan dalam lari jarak menengah dengan jarak 800 meter menggunakan start jongkok, sedangkan untuk lari jarak sedang dengan jarak 1500 meter menggunakan start yang sama dengan start yang digunakan dalam teknik lari jarak jauh.
Aturan untuk Lari Kelas Menengah, Pada awalnya, pengawas yang bertugas sebagai starter memberi sinyal bahwa pelari bisa bergerak serempak, dan tidak ada kecurangan. Isyarat yang digunakan dalam teknik lari jarak menengah adalah “Bersedia” atau “Di Tempat”, “Siap” sampai tidak ada yang bergerak dan “Ya” atau biasanya dengan suara tembakan yang menunjukkan bahwa perlombaan telah dimulai. Pelari yang melakukan lebih dari tiga start salah akan didiskualifikasi.
Aturan Lacak Saat Berlari, Pelari harus menempati jalurnya masing-masing sebelum melintasi tikungan pertama, setelah melewati garis break pada tikungan pertama, pelari dapat mengganti jalur sesuai keinginan. Biasanya banyak pemain akan mengambil jalur terdekat ke tikungan karena memiliki jarak terdekat ke garis finish.
Mulai Aturan Penempatan, Penempatan di awal juga ditentukan di mana, peserta dengan jalur terluar dari trek berada di awal. Biasanya di jalur resmi untuk menjalankan olahraga, garis permanen telah disediakan untuk penempatan awal setiap pemain untuk mendapatkan jarak yang sama.
Penentuan Mulai Penempatan, jalur yang diambil oleh atlet dan juga penempatan start pada awal lari ditentukan menggunakan undian. Untuk pelari babak selanjutnya akan ditempatkan di awal sesuai dengan peringkat masing-masing pelari, di mana pelari dengan peringkat baik ditempatkan di angka 3, 4, 5, dan 6.
Dilarang Mengganggu Pelari Lain, Saat beralasan ada atlet yang sengaja mengganggu pergerakan pemain lain, untuk keperluan tertentu akan didiskualifikasi.
Aturan Seragam Lari, Di lomba lari jarak menengah untuk tingkat nasional dan internasional, pelari harus menggunakan seragam yang telah disediakan oleh penyelenggara pertandingan. Di mana seragam menyesuaikan nilai-nilai yang berlaku di daerah tersebut, misalnya di Indonesia, untuk kompetisi lari, atlet tidak diizinkan untuk hanya mengenakan bikini. Namun, sebenarnya ada aturan standar mengenai pakaian yang digunakan dalam perlombaan lari yaitu, ringan, tidak transparan, mudah bagi atlet saat berlari, dan tidak mengganggu pandangan juri. Selain itu, sepatu pelari juga harus menggunakan sepatu yang khusus digunakan untuk kompetisi lari, di mana untuk mendapatkan sepatu yang baik Anda perlu tahu bagaimana memilih sepatu lari yang baik dan benar.
Lingkar lintasan, lintasan lintasan lari jarak tengah, panjangnya 400 meter, di mana lintasan dibatasi oleh garis selebar 5 sentimeter dan setinggi 5 sentimeter, biasanya terbuat dari semen atau kayu.
Aturan Jarak dan Jumlah Garis, lintasan untuk berlari memiliki 8 lajur untuk pelari, tetapi dalam kondisi yang tidak memungkinkan hanya ada 6 lajur di lintasan itu. Lebar setiap lajur untuk lajur jarak tengah adalah 1,22 meter di mana setiap lajur dibatasi oleh garis setebal 5 sentimeter. Lintasan juga tidak dapat memiliki kemiringan lebih dari 100.
Diskualifikasi, Pelari juga tidak boleh melanggar aturan yang telah ditentukan dan juga jika terbukti melanggar, mereka dapat dikeluarkan dari balapan dengan cara yang tidak sopan atau dengan diskualifikasi, dan berikut ini adalah hal-hal yang dapat membuat pelari didiskualifikasi di jarak menengah. ras.

Lebih dari tiga kali saat memulai, saat memulai, pelari sering membuat kesalahan ketika diberi tanda Ya, atau tembakan senapan belum terdengar, pelari mencuri langkah awal terlebih dahulu. Dan jika kesalahan ini berlanjut 3 kali, maka pelari akan dinyatakan didiskualifikasi atau kalah sebelum berkompetisi
Memasuki lintasan pelari lain, Setelah memulai, pelari harus berlari di setiap lintasan sebelum melintasi garis istirahat di sudut pertama, jika seorang pemain melanggar dan secara sengaja atau tidak sengaja melewati jalurnya sendiri maka pelari dinyatakan didiskualifikasi
Mengganggu Pemain Lain, Pelari yang dengan sengaja mengganggu laju lari pemain lain juga akan didiskualifikasi, seperti memblokir laju lari sehingga pemain lawan tidak dapat memaksimalkan laju larinya.
Out of the Track, Out of the Track juga melanggar aturan lomba lari jarak menengah, biasanya pelanggaran ini terjadi ketika pemain berada di tikungan. Pelanggaran ini juga memungkinkan pelari didiskualifikasi dari pertandingan.
Penggunaan doping yang terbukti, semua jenis doping atau obat-obatan dilarang keras di semua jenis olahraga. Begitu juga dengan berlari yang membutuhkan kecepatan dan stamina, penggunaan doping sangat rentan untuk digunakan. Penggunaan doping adalah pelanggaran serius yang sangsi kadang sampai perlombaan berakhir. Jadi untuk atlet profesional yang menjalankan doping atau afrodisiak disarankan untuk dihindari.
Aturan saat ini di Garis Finish, Garis finish adalah garis yang menentukan kemenangan pelari di setiap balapan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika Anda akan memasuki finish, dan berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memasuki garis finish:
Jangan melompat saat memasuki garis Finish
Jika ada pita di garis finish, jangan mencoba meraihnya dengan tangan, karena menurut peraturan yang berlaku, pelari telah mencapai garis finish jika anggota tubuh yang pasif terlebih dahulu memasuki garis atau menyentuh pita. Selain itu, mencapai pita finish dengan tangan juga dapat menyebabkan Anda didiskualifikasi dari perlombaan.
Jangan berhenti tiba-tiba ketika telah melewati garis finish, cobalah untuk mengurangi kecepatan secara perlahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tabrakan antara pemain dan juga dapat mengakibatkan cedera pada kaki dan jenis cedera lainnya saat berlari yang dapat menghambat karir Anda atau pemain lain.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: