foto untuk cerita mitos

Narrative Text : Pengertian, Struktur Teks, Ciri-Ciri dan Contoh

Pengertian Narrative Text

foto untuk cerita fabel
pict by suka-suka.web.id

Narrative Text adalah jenis teks didalam Bahasa Inggris yang dibuat dengan tujuan untuk menceritakan suatu kisah yang mempunyai rangkaian peristiwa kronologis dan saling terhubung.

Narrative Text biasanya berbentuk imajiner, tapi bisa juga dalam bentuk faktual yang bertujuan untuk menghibur. Berikut adalah contoh genre yang biasanya digunakan untuk membuat Narrative Text:

  • Fairy tale (Dongeng) : Cerita rakyat yang disebut sebagai dongeng atau cerita anak-anak yang berisi banyak keajaiaban pada tokoh-tokoh ceritanya dan sering mangandung pesan moral.
  • Science fiction (Fiksi ilmiah) :  suatu bentuk fiksi spekulatif yang terutama membahas tentang pengaruh sains dan teknologi yang diimajinasikan terhadap masyarakat dan para individual.
  • Myth and legend (Mitos dan legenda) : Cerita mitos ini banyak beredar dalam masyarakat dan umumnya diaggap sebagi cerita faktual sedangkan legenda adalah cerita rakyat yang menggambarkan bagaimana asal usul suatu tempat itu terjadi.
  • Horror (Horor) : Menceritakan tentang cerita mistis disuatu tempat yang bisa dibuat secara imajiner, maupun faktual.
  • Romance (Percintaan) : Kisah yang menceritakan tentang percintaan manusia.
  • Fable (Fabel) : Kisah yang menceritakan tentang binatang.
  • History (Sejarah) : Kisah yang menceritakan fakta tentang suatu kejadian yang dijadikan sejarah oleh masyarakat.
  • And so forth (dan lain sebagainya)

Struktur Narrative Text

  1. Orientation : Adalah paragraf pembuka teks yang menjelaskan set adegan awal/plot awal. Dimulai dari pengenalan karakter dan peran-perannya (Who), keadaan, kejadian dan tempat (where), dan latar waktu (when). Jadi bagi para penulis yang hendak ingin menulis Narrative text, jangan lupa mencantumkan who, where, dan when ya.
  2. Complication : Krisis, konflik dan masalah akan mulai muncul, anggap saja ini sebagai paragraf klimaks.
  3. Resolution : Krisis, konflik, dan masalah teratasi baik itu masalah membaik dengan akhir yang bahagia maupun dengan masalah yang memburuk dengan akhir yang menyedihkan.

Ciri-Ciri Narrative Text

  • Menggunakan Action Verb dalam bentuk Past tenses seperti: lived, treated, made, didn’t, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan Noun tertentu untuk sebagai kata ganti orang seperti: the Princess, the King.
  • Menggunakan Adjective yang membentuk Noun Phrase seperti: the most beautiful shoes.
  • Menggunakan Conjunction untuk mengurutkan kejadian-kejadian seperti: then, a few days later, finally, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan Adverb dan Adverbial Phrase untuk menunjukkan lokasi kejadian atau peristiwa seperti: happily ever after, extremely slowly, quickly enough.

Contoh Narrative Text: Cinderella

foto istana cinderella
pict by Pixabay

Once upon a time, there was a young girl, her name was Cinderella. He lives with his stepmother and two stepbrothers.
His stepmother and sister are arrogant and angry. They treat Cinderella very badly. Her stepmother makes Cinderella do the most difficult work at home; such as scrubbing the floor, cleaning pots and pans and preparing food for the family. On the other hand, the two half-brothers didn’t work about the house. Their mother gave them lots of nice dresses to wear.

One day, the two-step sister received an invitation to the dance that the king’s son would give at the palace. They are happy with this and spend a lot of time choosing the dress they will wear. Finally, the dance day came, and the sisters went there. Cinderella could not help crying after they left.
“Why are you crying, Cinderella?” A voice asked. He looked up and saw his fairy godmother standing beside him, “because I really want to go to the dance,” Cinderella said. “All right,” said the godmother, “you have become a cheerful, hard-working girl, not complaining so I will see that you go to a dance.”

Miraculously, the godmother turns fairy into a good trainer and a rat to a coachman and two footmen. Her godmother knocked on Cinderella’s raging dress with her wand, and it became a beautiful party dress. Then he gave her a beautiful pair of glass slippers. “Now, Cinderella,” he said; “You must leave before midnight”. Then he left with his beautiful coach.
Cinderella having fun. He danced again and again with the king’s son. Suddenly the clock began to toll at twelve, he ran to the door as fast as possible. In a hurry, one of the glass slippers fell behind.

A few days later, the king’s son declared that he would marry a girl whose feet matched with a glass slipper. His stepbrother tried to wear the sandals, but it was too small for them, no matter how hard they pressed their toes into it. In the end, the king’s court let Cinderella try on the slipper. He stretched out his legs and the yard wore the sandals. That’s right

Finally, he was taken to the palace. The king’s son was very happy to see him again. They married and lived happily ever after.

Generic Structure of Narrative Text int the Story of Cinderella

foto untuk cinderella
pict by kapanlagi.com

Sebagai contoh teks naratif tentang Cinderella, Struktur yang digunakan untuk mengatur paragraf disebut Struktur generik dan di sini di bawah ini.

  1. Orientation: Itu berarti memperkenalkan peserta atau karakter cerita dengan waktu dan tempat yang ditetapkan. Orientasi sebenarnya ada di setiap jenis teks meskipun memiliki istilah yang berbeda. Dalam cerita ini, paragraf pertama terlihat jelas untuk memperkenalkan para peserta Cinderella Story. Mereka adalah Cinderella sendiri sebagai karakter utama cerita, ibu tirinya yang memperlakukan Cinderella dengan buruk, dan saudara tirinya yang mendukung ibunya membuat Cinderella diperlakukan dengan sangat buruk. Cinderella diperkenalkan sebagai pahlawan dalam cerita ini. Dia berjuang melawan perlakuan buruk dari ibu tirinya.
    2. Complication: Jika tidak ada krisis, cerita itu bukan teks naratif. Dalam cerita yang panjang, komplikasi muncul dalam beberapa situasi. Ini berarti bahwa kadang-kadang ada lebih dari satu komplikasi. Dalam kisah Cinderella ini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa ada Komplikasi Besar dan Komplikasi Kecil.
    Paragraf kedua adalah komplikasi utama dari kisah Cinderella ini. Cinderella mendapat perlakuan buruk dari ibu tirinya. Ini adalah krisis buruk yang memicu beberapa komplikasi kecil yang harus diatasi Cinderella.
    3. Resolution: Resolusi bisa baik atau buruk, berakhir dengan bahagia atau buruk, atau bahagia dengan cara yang buruk maupun buruk dengan cara yang bahagia. Intinya adalah bahwa itu telah dicapai oleh karakter. Seperti halnya komplikasi, ada Resolusi Utama dan Resolusi Minor. Dalam paragraf terakhir, dikatakan bahwa akhirnya Cinderella hidup bahagia. Ini adalah resolusi bahagia dari perlakuan buruk.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: