foto untuk cover

9++ Film Sejarah Indonesia

Perjuangan Para Pahlawan Indonesia memang patut diapresiasi dan diketahui. Berbagai cara dilakukan masyarakat Indonesia agar jasa para pahlawan tetap dikenang dan dihargai. Salah satunya yaitu dengan membuatkan Film Sejarah Indonesia atau biasa disebut Film Dokumenter. Berikut adalah film-film bersejarah Indonesia yang membuat rasa Nasionalisme kita semakin bangkit selaku kaula muda.

Read More : Film Sci-Fi Terbaik yang Mengesankan dan Sulit untuk di Lupakan

Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

foto untuk film soekarno
pict by idntimes

Bercerita tentang bapak pendiri bangsa Indonesia. Dalam film ini, perjalanan Sukarno muda diceritakan. Dia harus keluar dari penjara karena teriakan “kemerdekaan” karena dia harus menghasut dan memberontak melawan pemerintah Belanda. Namun demikian, menantangnya untuk menghentikan langkahnya sampai di sana.

Film yang dibintangi Aryo Bayu ini bercerita tentang perjuangan Sukarno untuk rakyatnya. Namun, nikmati drama dan romansa yang dihadirkan juga. Bagaimana Soekarno bertemu Fatmawati dan lainnya. Sayangnya, karena ini, film ini merupakan kontroversi dari perumahan itu sendiri.

Di film ini terlihat adegan Soekarno yang menyampaikan beberapa pidatonya dengan semangat, salah satunya “Indonesia Menggugat”.

Film Sejarah Indonesia: Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

foto untuk fim tjokroaminoto
pict by mojok.co

Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto merupakan tokoh yang memiliki andil besar dalam mempertahankan martabat bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan.

Film ini mengisahkan perjuangan Tjokroaminoto yang membuat masyarakat sadar, yang saat itu masih minim pendidikan, kemiskinan merajalela, dan tidak ada sekolah untuk rakyat seperti sekarang ini untuk mengenyam pendidikan. Menggunakan organisasi Sarekat Islam, ia melakukan aksi dan sosialisasi di masyarakat.

Selain menunjukkan kepada masyarakat perjuangan Tjokroaminoto. Film ini juga menceritakan konflik yang terjadi di kelompok Sarekat Islam tersebut dan dengan kegigihannya beliau tetap mengangkat harkat martabat masyarakat.

Diperankan oleh Reza Rahardian sebagai Tjokroaminoto, Alex Abbad sebagai Abdullah, Putri Ayudya sebagai Soeharsikin, Maia Estianty sebagai Mrs. Mangoenkoesoemo, Didi Petet sebagai Haji Hasan, Chelsea Islan sebagai Stella, dan beberapa bintang ternama Indonesia lainnya. Disutradarai oleh Garin Nugroho dengan apik.

Film Sejarah Indonesia: Jendral Soedirman (2015)

foto untuk film Jendral Soedirman
pict by uc.ac.id

Film Jenderal Soedirman yang digarap oleh Viva Westi bercerita tentang Jenderal Soedirman (Adipati Dolken) dalam memerangi kolonialisme Belanda secara gerilya atau perjuangan bawah tanah, meskipun ia juga berjuang melawan penyakit paru-paru.

Menceritakan perjuangan, strategi, dan kegigihan dalam memerangi penjajah Belanda yang pada waktu itu menyatakan bahwa Indonesia tidak ada lagi, dari balik hutan Jawa ia dan pasukannya mengembangkan strategi dan serangan yang membuat tentara Belanda kehabisan logistik dan waktu. Film ini mengambil lokasi di Yogyakarta, Bandung, Magelang dan Wonosari.

Film Sejarah Indonesia: Kartini (2017)

Film ini digarap oleh sutradara ternama yaitu Hanung Bramantyo. Bercerita tentang perjuangan Kartini sebagai pejuang perempuan di Indonesia yang melawan ketidaksetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, Kartini tumbuh dengan melihat secara langsung perjuangan ibunya yang bernama Ngasirah yang menjadi orang terbuang dirumahnya sendiri.

Hal itu terjadi karena ibunya tidak memiliki darah ningrat dan menjadi seorang pembantu rumah tangga. Ayahnya yang bernama Raden Sosroningrat tidak berdaya melawan tradisi yang sudah turun temurun itu. Maka dari itu, Sepanjang perjalanan hidupnya, Kartini berjuang untuk menyetarakan hak sesama manusia, tidak peduli gender, tahta dan lain-lain.

Terutama hak pendidikan untuk perempuan. Beliau sampai membangun sekolah sendiri untuk kaum miskin dan para perempuan yang tidak mendapatkan keadilan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi semua masyarakat tempatnya tinggal yaitu Jepara.

Film Sejarah Indonesia: Merah Putih (2009)

foto untuk film merah putih
pict by akurat.co

Disutradarai oleh Yadi Sugandi, film Merah Putih ini menceritakan tentang perjalanan hidup tentara Indonesia yang membela negara tanah air di masa tersebut.

Film ini juga banyak diperankan oleh artis ternama seperti Lukman Sardi sebagai Amir, Darius Sinathrya sebagai Marius, Donny Alamsyah sebagai Tomas, Teuku Rifnu Wikana sebagai Dayan, dan Zumi Zola sebagai Soerono.

Meski di buat dengan cerita fiksi, film ini sudah menjelaskan bagaimana Indonesia berjuang dan bersatu pada saat itu, ditengah keragaman suku, ras dan agama untuk melawan penjajah Belanda pada tahun 1947. Hal ini terjadi karena kekhawatiran para tentra jika Belanda akan kembali menguasai daerah-daerah di Indonesia bersama para sekutunya.

Darah Garuda (2010)

foto untuk film darah garuda
pict by kompasiana

Dalam film sekuel, Darah Garuda yang merupakan angsuran kedua dari Trilogi Merdeka dan dirilis tepat setahun setelah Merah Putih. Menceritakan kelanjutan dari perjuangan empat pemuda, Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu), dan Marius (Darius Sinathrya) di Jawa Tengah.

Mereka bertemu dengan beberapa kelompok gerilya dan saling curiga karena pendapat yang berbeda. Konflik itu rumit karena ada pengkhianat di antara mereka. Kali ini medan perang bergeser dari Jawa Tengah ke Jawa Barat.

Tjoet Nja Dhien (1989)

foto untuk film tjoet nja dhien
pict by wikipedia

Film inii menceritakan tentang tokoh pejuang perempuan asal Aceh beserta teman-teman seperjuangannya melawan tentara Belanda.. Aceh sendiri dikenal sebagai kota yang gigih dalam mempertahankan daerahnya ketika Belanda menguasai negeri ini. Peperangan yang terjadi di Aceh adalah peperangan terpanjang sepanjang sejarah kolonial Hindia Belanda.

Tjoet Nja Dhien merupakan pemimpin kala itu yang memiliki kepribadian yang gigih. Beliau terus melakukan perlawanan pada Belanda. Sayangnya, apa yang beliau lakukan berbuah pahit.

Film ini adalah film yang paling bersejarah di perfilman Indonesia karena pada tahun itu (1989), Tjoet Nja Dhien menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes.

Read More : Film Sci-Fi Terbaik yang Mengesankan dan Sulit untuk di Lupakan

Soegija (2012)

foto untuk film soegija
pict by sesawi.net

Tokoh pahlawan nasional dengan nama lengkap Abertus Soegijapranata ini adalah seorang pastor yang berpean serta ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam sebuah peperangan. Banyak berlatar di Yogyakarta dan Semarang.

Meski bernuansa agamis, film ini tidak terlalu menampakan aspek agamanya. Ceritanya lebih tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda. Dia mencatat semua yang terjadi di Hindia Belanda dalam catatannya. Mulai dari perang hingga kemerdekaan untuk mempertahankannya.

Untuk peran ini, Soegija menerima gelar Pahlawan Nasional yang diberikan langsung oleh Presiden Soekarno.

Sang Kyai (2013)

Foto untuk film sang kyai
pict by wikipedia

Sang Kyai adalah sebuah film yang bergenre drama yang mengangkat kisah seorang pejuag kemerdekaan sekaligus pendiri Nahdatul Ulama yang berasal dari Jombang, Jawa Timur yang bernama Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari.

Film ini dibintangi oleh Adipati Dolken (seperti biasa, hihi), Ikranagara, Christine Hakim, dan Agus Kuncoro.

Dalam film ini terjadi pada saat Jepang berada di Indonesia untuk menjajah. Pada saat itu, Jepang melarang masyarakat Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, bahkan masyarakat Indonesia malah dipaksa untuk melakukan Sekerei (penghormatan kepada matahari). Ketika hal ini terjadi, KH Hasyim yang merupakan tokoh agama menolak untuk melakukan hal ini, maka dari itu beliau di tangkap dan dipenjara.

Salah satu putranya, KH Wahid Hasyim, mencoba melakukan diplomasi dengan Jepang untuk membebaskan ayahnya. Namun, metode ini berbanding terbalik dengan salah satu muridnya bernama Harun. Dia percaya bahwa solusinya adalah kekerasan. Sayangnya, jalan yang ditempuh Harun harus memakan banyak korban.

Sebagai catatan, KH Hasyim Asyari adalah sosok yang memicu Resolusi Jihad ketika Presiden Soekarno meminta bantuan untuk menjaga kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Film ini juga mewakili Indonesia di Academy Awards ke-86 dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta (2018)

Film ini menceritakan kisah perjuangan Sultan Agung ketika ia tumbuh dewasa. Dia dihadapkan dengan masalah kepemimpinan kerajaan dan cinta sejati. Perjuangan semakin berat ketika VOC mulai masuk dan mengadu adipati bangsawan.

Pengkhianatan diperoleh Sultan Agung. Beberapa adipati bekerja sama dengan VOC dalam mengendalikan kantor perdagangan yang berlokasi di Batavia (Jakarta). Dia akhirnya harus turun tangan dan berjuang untuk menghancurkan VOC yang mulai memeras rakyatnya.

Murudeka (Merdeka) 17805 (2001)

foto untuk film murudeka
pict by wikipedia

Film ini menceritakan perang antara Indonesia dan Jepang. Kisah ini didasarkan pada kisah nyata dari personel tentara Kekaisaran Jepang yang membantu kemerdekaan Indonesia. Murudeka berada di Indonesia selama Perang Dunia II, ketika Jepang menderita kekalahan.

Ada sesuatu yang menarik tentang film ini. Karena mereka harus memiliki tempat perang, ada bantuan penuh dari Angkatan Darat. Kemudian, gelar 17805 diambil dari angka, bulan, dan dua angka terakhir dari 17 Agustus 2605. Tanggal ini berasal dari kalender Kekaisaran di Jepang.

Namun, film ini tidak luput dari kontroversi. Salah satu pemandangan yang menonjol adalah ketika seorang wanita paruh baya mencium kaki seorang prajurit Jepang sambil menceritakan ramalan Jayabaya. Selain itu, film ini tidak terlalu dikenal di Indonesia karena sulit beredar.

Buffalo Boys (2018)

foto untuk film buffalo boys
pict by wowkeren.com

Premis awal dibentuknya film Buffalo Boys ini adalah bayangan dari sang penulis, bagaimana jadinya jika kisah penjajahan Belanda di Indonesia digambarkan dengan gaya koboi-koboi Amerika di era Wild West.

Disutradarai oleh Mike Wiluan dan dibintangi oleh Pevita Pearce, Ario Bayu, Tio Pakusadewo, Zack Lee, dan Yoshi Sudarso.

Dengan menyusun kata ‘Cowboys’ menjadi ‘Buffalo Boys’, Mike bermaksud untuk membuat cerita koboi fiksi dengan alam tropis yang indah dan ramah yang khas tanah Jawa. Periode kolonial Belanda dipilih untuk menunjukkan sisi kuno Indonesia, lengkap dengan pakaian komunitas yang bisa menjadi pembeda dengan film-film koboi butana Amerika.

“Film ini adalah campuran budaya Indonesia dan koboi Amerika gaya barat. Karena itu, saya ingin semua berkorelasi dengan Indonesia. Karena itulah Anda menggunakan kerbau alih-alih sapi,” kata Mike.

Demikian 10++ Film Sejarah di Indonesia yang dibuat sebagai tanda hormat, perjuangan tanpa tanda jasa yang harus kita hargai dan kita hormati sebagai masyarakat yang merasakan nikmatnya merdeka. Tanpa para pahlawan yang telah memperjuangkan, pastilah kita tidak akan semaju ini sekarang.

Read More : Film Sci-Fi Terbaik yang Mengesankan dan Sulit untuk di Lupakan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: