1 Hari Dapet Reuni Plus Jalan-Jalan

Kenalin temenku namanya Elsa Yudesilky. Dia adalah sahabatku dari pondok waktu aku sekolah SMA dulu. Dia adalah salah satu sahabatku yang belum pernah aku temui setelah lulus SMA.

Dia itu berasal dari Tangerang. Maka dari itu, setelah lulus dia memilih untuk berkuliah di Tangerang, dia benar-benar pindah ke Tangerang dan sudah tidak memiliki urusan apapun lagi di Banyumas.

Elsa bekerja pada pagi hari, dan berkuliah pada malam hari. Dia bekerja di Toko Buku Gramedia, di Summarecon Mall Serpong. Selain bekerja, menuntut ilmu dengan jurusan Management di STIE PPI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putera Perdana Indonesia), dan mengambil kuliah kelas karyawan.

Setelah lulus, Elsa memilih untuk bekerja terlebih dahulu di Toko Buku Gramedia, Supermall Karawaci, dan Dia berfikir untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi. Jadi, kesimpulannya dia baru masuk kuliah setelah satu tahun lulus dari MA.

Pada suatu hari, setelah 3 tahun kami lulus dan tidak bertemu, dia mengabariku kalau dia mengambil cuti kerja dan kuliahnya selama 2 hari 1 malam untuk pergi mengunjungi sahabat-sahabatnya di Purwokerto.

Senangnya aku pada saat itu, karena kebetulan aku juga sedang kosong kuliah ditanggal itu. Dia merencanakan liburan ini dengan izin dari kantor kerjanya dan mengambil hari kosong di kuliahnya.

Kedatangannya (?)

Pagi itu Elsa datang dengan temannya untuk kami memulai perjalanan. Kebetulan aku juga mengajak temanku agar kami tidak terlalu sepi. Setelah kumpul di kost aku, aku dan Elsa saling bertemu kangen. Kami benar-benar meluapkan rasa rindu kami saat itu.

Setelah kami melepaskan rindu satu sama lain, kami pun memutuskan untuk mengunjungi objek wisata Germanggis, di lereng Gunung Slamet.

Elsa ini orang kota banget, dia tuh nggapernah main ke alam seperti yang ada di Purwokerto. Maka dari itu, aku sengaja membawanya ke tempat yang menyejukkan hati dan pikiran.

Perjalanan Menuju Objek Wisata Germanggis

Objek wisata ini adalah wisata yang menunjukkan pemandangan dataran rendah Kota Purwokerto dan sekitarnya, dari dataran tinggi lereng Gunung Slamet, Purwokerto.

Perjalanan menuju tempat ini memerlukan waktu yang lumayan lama, dengan jarak sekitar 27 km. Perjalanan kami tempuh menggunakan 2 sepeda motor, aku berboncengan denga temanku, dan Elsa juga berboncengan dengan temannya.

Sampailah Kami

Dengan membayar tiket sebanyak 20.000 rupiah, kamipun masuk kedalam objek wisata ini. Pemandangan yang indah dan langit yang cerah pada siang itu kami konsumsi untuk kesegaran mata kami.

Seperti yang aku katakan di artikel-artikel sebelumnya, aku adalah penikmat pemandangan langit maupun pemandangan dari atas gunung. Walaupun aku tidak suka mendaki, tetapi bila pemandangan seperti ini sudah dapat dilihat tanpa mendaki, kenapa harus mendaki? Hahaha.

Menikmati Pemandangan Sambil Temu Kangen

Pemandangan indah menjadi refreshing untuk kami sembari melepaskan kerinduan, walaupun kami sama sama membawa teman laki-laki, kami cenderung mengabaikan mereka, haha.

Disana banyak spot foto yang membuat kami kalap untuk mendapatkan foto-foto yang bagus dan layak untuk disimpan.

Next Destination

Selanjutnya, setelah kami selesai menikmati pemandangan Germanggis, kami memutuskan untuk lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu ke Curug Cipendok (Air Terjun).

Perjalanan dari objek wisata Germanggis ke Curug Cipendok tidaklah lama, hanya sekitar 5menit menggunakan motor, kami sampai di lokasi.

Untuk menuju Curug Cipendok, kami harus berjalan terlebih dahulu dari tempat parkir melewati hutan-hutan, tetapi ada jalur jalan kecil yang membantu untuk menuju tujuan.

Kesegaran yang hakiki, melihat air terjun, mendengar gemercik air, menikmati cipratan air dari air terjun yang dingin karena bersumber dari Gunung Api Slamet, bersenda gurau dengan kawan lama, sungguh kenikmatan yang sangat kurindukan.

Perjalanan Pulang

Setelah puas menikmati keindahan alam hari ini, kami memutuskan untuk pulang, karena hari mulai sore.

Setelah kami sampai di Kostku, Elsa untuk malam itu menginap di Kostku. Karena kampusku berada di Purwokerto, banyak teman juga yang berkuliah di Purwokerto, dan sore itu kami semua berkumpul.

Ada 3 orang yang menyusul aku dan Elsa kekostku, yaitu Novita, Sofita dan Fitri. Malam itu kami tidak menyia-nyiakan waktu kami hanya untuk berada dikost.

Malam yang Panjang

Akhirnya, kami memutuskan untuk pergi ke Rita Supermall Purwokerto, disana kami hanya berjalan-jalan dan bingung mau berbuat apa. Karena di depan Rita Supermall ada alun-alun, maka kami memutuskan untuk mampir dan jajan-jajanan alun-alun dan memakannya bersama-sama dan bernostalgia seperti kami dipondok dulu.

Dipondok dulu sewaktu SMA, kami benar-benar berteman bersama setiap hari 24 jam, selama 3 tahun. Makan bersama, berbagi tempat tidur, berbagi cerita, berbagi pengalaman, curhat sana-sini sangat nyaman pada 26 teman sekamar sekaligus 1 angkatan pada saat itu.

Setelah pulang dari alun-alun, kami memutuskan untuk mampir ke kafe di Purwokerto yaitu Ora Umum. Disitu kami bercengkerama dan melanjutkan kekangenan kami.

Malam itu, kami pulang ke kostku lumayan malam, tetapi dikarenakan ketiga temanku yang lain akan menjalankan pembekalan KKN keesokan harinya, mereka tidak bisa menginap dikostku bersama dengan tamu istimewa kami, Elsa.

Akhirnya, hanya Elsa lah yang tersisa untuk menginap dikostku, malam itu kami benar-benar mencurahkan isi hati yang selama ini terhalang jarak dan waktu.

Sampai lupa waktu, kamipun baru tidur pada pukul setengah 12 malam. Padahal besok pagi, Elsa harus pulang ke Tangerang, sedihnya.

Keesokan Harinya

Keesokan harinya, aku harus kuliah pada jam 08.40. Tetapi aku harus mengantarkan Elsa ke tempat pemberhentian Bus. Kami sarapan dengan salad.

Saat itu, agak bimbang bisa mengantar atau tidak. Dengan berlapang dada, aku mengantar Elsa untuk membeli oleh-oleh kepasar dekat kampusku. Mungkin bukan oleh-oleh yang spesifik, namun jajanan-jajanan yang tidak bisa ditemukan di Tangerang.

Pagi itu, kita berpisah di tempat pemberhentian Bus di Sokaraja, salah satu kecamatan di Banyumas untuk mencari bus tujuan Tangerang. Setelah melihat dia pergi menggunakan bis, aku pulang ke kost dan bersiap-siap untuk berkuliah.

Kesimpulan

Begitulah sedikit cerita dari pengalamanku dikunjungi oleh sahabatku, yang lama sekali tidak bertemu. Untuk kalian yang mempunyai sahabat dekat, janganlah menyia-nyiakan waktu kalian selagi masih ada waktu untuk bersama. Dari cerita ini aku jadi belajar banyak tentang persahabatan dan pertemanan yang tidak bisa kita tinggalkan begitu saja seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia.

Sahabat-sahabat yang tau perjalanan hidup kita dari nol, akan mengetahui hidupmu lebih dari dirimu sendiri.

Selain kita dapat bercerita kepada Allah, sang pencipta untuk berdo’a dan mencurahkan isi hati, kita juga perlu bertemu dengan orang-orang yang membuat kita nyaman selain keluarga.

Sekian, sedikit cerita pengalaman dari saya, semoga dengan ini kita dapat menjaga apa yang kita miliki sekarang dan bersyukur telah mendapatkan pengalaman dari sahabat sahabat tercinta kita. Wassalamualaykum wr.wrb.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: